08/18/2005

17 Agustus

17 Agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita....
Upss... seru banget rayain 17 agustus kemaren berbagai perlombaan diadakan dari lomba anak-anak sampe lomba buat bapak-bapak.....huuu......seru pokoknya diantaranya lomba Sepeda Santai itu yang paling seru....
Kemaren abis ikut lomba sepeda santai kalah sich tapi uhhh...asyik banget tapi udahannya lumayan juga euy capek nya udah gitu aduh jalannya rusak ..... lewat jalan perkampungan rame pisan pengen lagi euy......hehehe

10:15 Posted in Harian Ku | Permalink | Comments (0) | Email this

08/16/2005

PENEMUAN PESAWAT TERBANG

Sebenarnya orang Islamlah yang pertama kali mempelopori pembuatan pesawat terbang. Ini ditemukan Lukman Harun saat berkunjung ke kantor Mu?tamar Alam Islami. Yang ia temukan adalah sebuah artikel tentang pesawat terbang abad XI. Dalam ilustrasi karya Woodville di surat kabar tersebut terlihat insinyur muslim, Abas bin Farnas. Ia sedang memperlihatkan model pesawat terbang, namun sayang pada saat demonstrasi pesawat ciptaan Abas bin Farnas tersebut menabrak bukit.

Namun, anehnya dalam sejarah kedirgantaraan tak tercatat nama Abas bin Farnas. Padahal ia adalah konseptor, perancang, sekaligus pembuat pesawat terbang pertama. Dalam buku Respone A Tout yang tercatat hanya nama Leonardo Da Vinci. Padahal jauh sebelumnya orang Islam pernah ada yang terbang seperti Leonardo, tapi sayang orang tersebut lupa membuat ekor, dan pada waktu turun tidak dapat mengedalikan diri, akibatnya jatuh tak terkendali. Pesawat temuan Abbas bin Farnas pernah diperlihatkan kepada Khalifah Cordova.
Ikhsaniati Afifah, Komp. Banjar Indah Permai Jl. Banjar Indah Rt 31 no. 62 Blok E Banjarmasin 70248

13:50 Posted in Sainstek | Permalink | Comments (0) | Email this

08/13/2005

Aku Ada Untukmu

Hadiah terbaik bagiku,
Bukan gantungan bintang dilangit rajutanku.
Bukan juga menariknya anggur merahmu,
Diantara sajian intan ditempat tak berbayang.
Berlarilah kelautan cintaku...
Dekat sebuah kayu bersilang disana,
Dekat diatas rumput yang memerah,
Direndaman jerami dijengkalku.
Sudah... aku sudah merangkainya untukmu,
Sudah juga menangis untukmu.
Diamlah dekatku... karena kau tenang disini...
Bijaklah disaat kebodohan menjadi kegembiraanmu,
Inilah saatnya tepat, sebab malam tak bertanda,
Juga siangnya tak berpamit.
Berjalanlah terus... bukannya sendiri,
Kasihku memegangmu...
Sampai untaian terakhir dipinggiran waktu,
... aku ada untukmu

13:10 Posted in puisi | Permalink | Comments (0) | Email this