11/13/2005

Hari Baru

Hening dan gelapnya malam tidak bertahan selamanya. Keadaan itu berangsur-angsur akan berubah. Jika tiba waktunya, sinar matahari pagi akan mulai menyeruak dan memberi cahaya atas kegelapan yang malam bawa. Pagi hari, terdengar suara kokok ayam. Kita pun bangun. Sudah sepatutnyalah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Allah telah memberi kita hari baru. Suatu hari dimana kita dapat mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan. Hari dimana kita dapat beraktivitas sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing. Hari dimana harapan bisa tercapai dengan bekal ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakkal kepada Allah.


Di tengah kesibukan kita, sering kita lupa untuk menikmati keindahan pagi hari. Jangankan menikmati keindahan pagi, mengucapkan syukur atas kehadiran pagi maupun kehadiran diri kita di pagi itu pun terkadang terlupakan. Sering kali, kita begitu terlena dengan kenikmatan tidur ataupun sibuk mempersiapkan pekerjaan yang akan kita lakukan di siang hari, sampai-sampai kita lupa untuk mengucap syukur bahwa Allah memberi kita kesempatan. Ucapan, Alhamdulillah sudah merupakan bentuk optimisme bahwa hari ini dengan izin-Nya akan kita lalui dengan baik. Dengan Alhamdulillah kita telah mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, yaitu kenikmatan untuk dizinkan hidup satu hari lagi.


Bersinarnya matahari pagi membatasi dua periode waktu yang berbeda. Pertama adalah periode malam hari dan hari sebelumnya. Itulah waktu dimana apa yang sudah kita lakukan tidak mungkin akan kembali lagi. Waktu yang tidak perlu kita rindukan lagi kedatangannya, karena yang berlalu akan berlalu. Yang lain adalah periode waktu yang akan kita lalui ke depan. Itulah waktu yang perlu kita persiapkan dengan baik. Waktu dimana segala harapan dan impian masih luas terbentang di hadapan kita. Itulah waktu yang harus kita gunakan sebaik-baiknya. Kita bisa melihat dan belajar dari apa yang sudah kita lalui. Akan tetapi tidak ada yang bisa memulai dari kemarin. Semua harus dilakukan dari sekarang.


Allah memberi kita suatu keajabaian kepada kita. Kejadian itu terjadi setiap hari di depan mata kita. tidak perlu menunggu setahun untuk berubah menjadi lebih baik. Tidak perlu menunggu hari-hari tertentu saja untuk menjadi baik. Karena sesungguhnya setiap hari Allah telah memberi harapan baru bagi kita untuk berusaha sebaik mungkin bagi kehidupan dunia maupun akhirat nanti. Lupakan yang lampau, mari kita lihat ke depan untuk menuju cita-cita yang selalu kita inginkan, yaitu ridha Allah.


"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari." (Al Qur'an Faathir:13)


Wallahu'alam bi shshawab

10:55 Posted in artikel | Permalink | Comments (0) | Email this

10/17/2005

Wahai jiwa......

wahai jiwa.....apa kabarmu hari ini????///
disaat umurmu semakin habis masa
adakah engkau semakin merunduk padaNya
adakah engkau semakin menikmati peranmu sebagai seorang hamba
tenang mengikuti semua alur rodaNya
ridho dengan segala ketetapanNya

wahai jiwa.....apa kabarmu hari ini????///
diusiamu yang semakin tua
adakah engkau semakin dewasa
bijak dalam menyikapi segala asa yang tak teraih
tegar menghadapi rasa yang mesti tersisih
sabar menjawab permasalahan yang mendera
lapang dada dengan apa yang menimpa

wahai jiwa.....apa kabarmu hari ini????///
tatkala perjanjianmu semakin dekat denganNya
adakah kau terlena dengan gebyar dunia
sehingga engkau semakin sibuk untuk mengejarnya
atau kau semakin terbuai dengan angan yang mendewa
hingga tak ingat lagi engkau akan hakikat dicipta

wahai jiwa.....apa kabarmu hari ini????///
ketika kematian semakin dekat dimata
adakah engkau selalu mengingatnya
adakah engkau telah bersiap menjemputnya
hingga semua aktifitasmu semakin tertata
tiada lagi waktu untuk hal yang sia-sia
hingga kau mampu tersenyum dalam dekapanNYa
dan nikmat tiada terhingga terbentang didepan mata

wahai jiwa.....apa kabarmu hari ini????///

15:50 Posted in artikel | Permalink | Comments (0) | Email this

10/01/2005

Sucikan Hati di Bulan Ramadhan

----- Ya ALLAH....
tak sabar hati ini menunggu detik demi detik kedatangan bulanMU...
bulan yang penuh Barokah, Rahmah serta MaghfirahMU....
Ramadhan begitulah ENGKAU menyebutnya dalam wahyuMU
di surah Al Baqarah 185.....

Ya ALLAH.....
tak sabar hati ini....
sekaligus..... aku juga takut.....
takut tidak bertemu dengan RamadhanMU...
walau hanya tinggal sejengkal dari penantianku....
aku takut ya ALLAH....
takut jika ENGKAU memanggilku disaat penantianku....
sementara aku masih berlumur dosa dan nista....

Ya ALLAH....
aku sangat berharap bertemu dengan RamadhanMU....
supaya aku bisa melebur seluruh dosa dan nistaku...
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
berilah aku kesempatan ya ALLAH...
aku masih malu bertemu dengan ENGKAU...
malu akan dosa dan nistaku.....
diriku masih kotor.....
aku masih kurang bersyukur....
aku masih banyak menyakiti hati orang lain...

ya ALLAH...
walau aku telah memohon.... bermunajat....
meminta ampun pada ENGKAU...
disetiap saat aku berkomunikasi denganMU...
disetiap sholatku...
namun aku sungguh ingin melebur dosa dan nistaku...
dalam bulanMU yang sangat ENGKAU agungkan....
subhanaLLAH....

saudara-saudaraku yang aku cintai karena ALLAH....
aku ini hanyalah manusia biasa...
yang masih harus menempuh perjalanan yang sangat panjang...
untuk memiliki akhlak semulia Muhammad SAW bin Abdullah ....
aku ini masih sering terbuai bisikan syetan laknatuLLAHI'alayhiim...
sehingga tak sengaja... ataupun sengaja....
mungkin atau bahkan pasti telah menggoreskan...
sedikit luka.... ataupun mungkin meninggalkan jejak hitam...
pada hati saudara-saudaraku...
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
astaghfiruLLAH al'adziiimm....
aku sungguh menyesal....

saudaraku tercinta,
hawa Ramadhan makin merasuk dalam diriku...
aku makin menghanyutkan kerinduanku padanya....
oohhhh segarnya jiwa ini, jika bertemu dengannya...
namun, aku malu untuk bertemu dengannya..
dandanku belum lagi rapi....
badanku masih penuh daki....
bau tak sedap tubuhku sangat menyengat...
itu semua akibat kesalahanku padamu saudaraku.....
dengan segala kerendahan hatiku...
dengan segala penyesalanku....
aku mohon maaf atas semua kekhilafanku....
atas semua kesalahanku....
yang mungkin sangat panjang jika aku ketik dalam sebuah buku...
aku dan keluargaku mohon dimaafkan dengan ikhlas....

saudaraku,
maafkanlah aku...
agar ringan langkahku...
agar muncul percaya diriku untuk bertemu dengan Ramadhan...
percaya diri.... karena aku telah berdandan rapi...
karena tak ada lagi daki....
apatah lagi jika disiram dengan parfum yang sangat wangi...
parfum ke-ikhlasan-mu saudaraku....
subhanaLLAH......

alhamduliLLAH,
aku juga telah memaafkanmu saudaraku.....
itupun kalau ada kesalahan...
namun setelah aku balik buku catatan kami....
aku hanya menemukan kertas kosong....
kertas kosong nan tak ingin sedikitpun aku isi...
tak ada sedikitpun goresan kesalahanmu dihatiku ya saudaraku...
insya ALLAH... pintu maafku selalu terbuka lebar....
aku buka dengan hawa keikhlasan...

saudaraku,
aku coba buka lagi catatan sebelahnya..
subhanaLLAH walhamduliLLAH....
aku takjub... rupanya banyak catatan penuh bunga....
catatan keindah dan kebaikanmu saudaraku...
untuk itu aku berterimakasih atas segala kebaikanmu...
terutama atas telah dimaafkannya kesalahanku pada Idul Fitri yang lalu...
apatah untuk lagi maaf nan ikhlas yang akan aku terima...
hanya tetes airmata kebahagian yang bisa keluar...
lidahku kelu karena bahagia...
hanya hatiku yang bisa bicara...
JazakmuLLAH khair atas semua kebaikanmu ya ikhwannul muslimin wa
muslimat....

amin ya RABBAL 'alamiiin... walhamduliLLAHI RABBIL 'alamiiin...  

15:10 Posted in puisi | Permalink | Comments (0) | Email this