07/27/2006
SARANA UNTUK MENGGAPAI HIDUP BAHAGIA
Syekh Abdurrahman bin Nashir Al Sa'dy rahimahullah, salah seorang ulama besar yang banyak bergerak dibidang dakwah dan penulisan buku, baik dalam masalah akidah, tafsir maupun ilmu-ilmu syariat yang lain. Pada makalah kali ini akan kami turunkan nukilan dari salah satu yulisan beliau yang sangat bagus dengan harapan semoga bisa menjadi bahan renungan dan acuan kita semua untuk menggapai kebahagiaan hidup yang selalu kita idam-idamkan. Berikut ini cuplikan dari tulisan beliau:
Sesungguhnya ketenangan hati dan kesenangannya serta hilangnya rasa gundah dan resah merupakan keinginan setiap orang. Karena dengan demikian akan tercapai kehidupan yang tenteram, bahagia dan sejahtera. Untuk mencapai hal-hal tersebut diperlukan sarana-sarana yang bersifat religius, alami dan logika yang kesemuanya tidak akan dapat dicapai kecuali oleh seorang mu’min. Adapun selain mereka, walaupun dapat diraih salah satunya itupun setelah para pemikir mereka menguras pikirannya untuk itu akan tetapi masih banyak hal lain yang terlewatkan yang lebih bermanfaat dan utama baik di dunia ini atau kehidupan berikutnya. Disini akan kami sebutkan beberapa sarana penting yang dengan izin Allah seorang muslim akan bisa menggapai kebahagiaan hidupnya baik di dunia maupun diakhirat.
1. Iman dan amal Saleh
2. Berbuat baik kepada sesama makhluk
3. Sibuk dengan pekerjaan atau ilmu yang bermanfaat
4. Memusatkan pikiran untuk melakukan pekerjaan hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu
5. Memperbanyak zikir kepada Allah ta’ala
6. Sering menyebut nikmat-nikmat Allah, baik yang nampak maupun tersembunyi
7. Melihat orang-orang yang berada di bawahnya dan tidak melihat orang-orang yang ada di atasnya
8. Melupakan berbagai penderitaan masa lalu yang tidak dapat ditolak
9. Berdoa dengan doa yang dipanjatkan Rasulullah
10. Memperkirakan kemungkinan terburuk yang akan menimpanya kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya
11. Tidak panik dan larut dalam bayangan-bayangan buruk
12. Bergantung kepada Allah dan bertawakkal kepada-Nya
13. Pandai dalam bergaul
14. Tidak tenggelam dalam kesedihan mendalam
15. Membandingkan kenikmatan yang diterima dengan kesulitan yang diderita
16. Perilaku buruk orang lain terhadap anda sesungguhnya merugikan dirinya sendiri
17. Berpikir positif
18. Tidak mengharapkan balasan dan penghormatan kecuali dari Allah
19. Menjadikan semua hal bermanfaat berada di depan mata anda dan berusaha untuk mewujudkannya
20. Mengatasi sebuah masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan
21. Mendahulukan perbuatan yang paling penting dan paling disukai
10:10 Posted in artikel | Permalink | Comments (0) | Email this
07/26/2006
Dinda
Hidup adalah pilihan
Ketika kita ingin meraih sebuah prestasi
Maka kita harus berani bertarung dengan waktu
Karena tuntutan aktivitas menuju tangga kesuksesan
Jauh labih banyak dari pada waktu itu sendiri
Maka dari itu . . .
Jangan sia – siakan kesempatan ini
Karena setiap fajar merekah
maka ia akan menyerukan pada manusia
” wahai cucu Adam aku adalah hari baru
mamfaatkanlah aku
karena aku tidak akan kembali lagi
hingga hari kamat ”.
Dinda .
Mari dindaku . . . duduk disini.. . . .
Hela nafas panjangmu, diam dan nikmatilah
Saat – saat kita melewati detik – detik penantian . . .
Hanyutkan rasa dan pikiran kita untuk manerima hari esok . . .
Ini adalah masa – masa kita melakukan pemanasan
Untuk berlomba memperoleh karuniaNya . . .
Dinda . . .
Ingatlah bagaimana langkah demi langkah perjalanan usia kita . . .
Renungi tahap demi tahap waktu hidup yang telah kita lewati.. . .
Sebuah masa yang tak terbayarkan oleh usia kita sendiri. . . .
Dinda . . .
Bukalah cakrawala dengan banyak bergaul
Karena pergaulan yang luas tidak hanya memberikan banyak teman
Tetapi juga memberikan banyak peluang . . .
Dinda . . .
Selama kita masih berpijak diatas muka bumi ini
dan menghirup udaranya,
Maka selama itu pula ujian dan cobaan akan selalu menyertai kita . . .
Ujian dan cobaan itu selalu ada
Agar setiap kita bisa manyikapinya dengan sikap arif dan bijaksana
Sehingga setelah ujian dan cobaan berlalu
maka akan lahirlah orang – orang shaleh, tabah, sabar,
dan mempunyai kekuatan iman.
Karena kesulitan yang datang menerpa
Bukanlah sesuatu yang tanpa akhir dan tanpa penyelesaian,
Sebab diujung sana pasti ada kemudahan yang akan mengakhirinya . . . .
Dinda . . . .
Renungkanlah . . . . ”Lepaskanlah semua rasa susah dan sedih yang
menyesakkan dada
Jauhkanlah rasa lemah dan mulailah melakukan sesuatu
Yang dapat mendatangkan hasil ”
16:00 Posted in puisi | Permalink | Comments (0) | Email this
07/13/2006
Ingin kembali seperti dulu
Hari ini kulalui tidak seperti biasanya. Tersirat dalam pikiranku, rasa rindu pada masa lalu, ingin aku seperti dulu setiap sore selalu di temani anak kecil yang selalu menghibur diriku canda tawa ku lalui bersamanya kadang akupun merasa jengkel tapi ya begitulah anak-anak bukan dinamakan anak-anak klo tidak banyak tingkah, rasa penyesalan pun muncul kenapa aku tidak bertahan di tempat itu, aku ingin kembali kepada mereka ya karna mereka yang selalu menghibur diriku disaat aku lelah, di saat capek tapi itu tak terasa kalo sudah dekat dengan mereka, lucunya anak-anak itu, apalagi kalo sudah ada pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sulit di ungkapkan “Teh Allah ada dimana??” akupun hanya tersenyum dan ku jawab “Allah itu ada dimana-mana semakin kita sering mengingat Allah Allah akan selalu dekat dengan kita”. Ya anak-anak yang bertanya seperti itu sekarang mereka sudah pada besar dan entahlah mereka masih ingat atau tidak dengan ku. Aku ingin kembali seperti dulu walau tidak berkumpul dengan anak-anak yang dulu tapi banyak pula generasi-generasi cilik. Aku ingin kembali seperti dulu setiap kutemui anak-anak selalu ada doa untuk ku di mulutnya “Teteh Assalamu’alaikum….” Aku balas dengan senyuman “wa’alaikumsalam…..”. duh dapatkah diah kembali ketempat itu. Sekarang sudah tak ada lagi doa di mulut anak-anak kecil itu. Bahkan klopun bertemu mereka hanya menatap diriku saja seperti orang asing sedih sekali…..
Hiks…hiks…..”Ya Allah jadikanlah anak-anak itu anak-anak yang sholeh dan sholehah anak-anak yang berbakti pada kedua orang tuanya jadikan mereka generasi penerus untuk menegakkan agama Islam…”aaaminn….
18:15 Posted in Harian Ku | Permalink | Comments (0) | Email this
07/10/2006
Membangun Motivasi Diri, Menuju Sukses Hakiki
Terkait dengan hal ini, motivasi dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor yang pertama faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam (emosi)misalnya hasrat diri, rasa suka, rasa benci, energi dan lain-lain. Sedangkan yang kedua faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu. Biasanya faktor ini dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti lingkungan keluarga, teman dan sebagainya.
Sebagai umat terbaik yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini, tentu kita ingin meraih surga yang dijanjikan Allah kepada kita. Hanya adakah motivasi untuk meraih semua itu? Sedang kita berada di alam dunia fana ini, yang penuh dengan tipu daya. sehingga kadang kita begitu sering terpedaya karenanya.
Karena itu kita mesti punya visi, misi, startegi dan aksi/cara hidup untuk bisa menuju sukses hakiki. Apakah itu?
Visi, misi, strategi serta cara hidup kita sebenarnya telah ada semuanya dalam Umul Kitab yaitu Surah Al fatihah. Visi kita adalah Allah, Misi kita adalah Beribadah, strategi kita meraih surga adalah menempuh jalan yang lurus serta aksi/cara hidup kita adalah mencontoh orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dan bukan meniru orang-orang yang dimurkai Allah. Inilah landasan kita meraih surga.
Wahai teman sudahkah termotivasi buat membangun diri, menuju sukses hakiki?
....
Meraih surga yang dijanjikan
Lebih baik dari dunia seisinya..
....
(sausan)
Sumber: http://boemi-islam.com
18:35 Posted in artikel | Permalink | Comments (0) | Email this

