06/09/2006

Akhir Perjalanan Waktu Kita

KotaSantri.com : Sahabatku, waktu ibarat mata pedang yang sangat tajam. Dan satu detik waktu tak dapat terulang lagi walaupun kita bayar dengan separuh isi dunia ini. Oleh karena itu, gunakanlah waktu kita semaksimal mungkin. Bukankah waktu begitu berharga walau satu menit?

Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Ashr (Waktu atau Masa) : Demi masa; Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian; Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.

Sahabatku, dalam satu tahun ada 12 bulan atau 365 hari, sudahkah kita menghitung amal kita? Atau mempergunakan waktu kita sebaik mungkin? Di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab, Sa'id bin Amr Ar Jumahi yang menjabat gubernur di kota Himsh, tidak menerima tamu di malam hari karena waktu di malam hari dipergunakannya untuk beribadah, dan di siang hari waktunya dipergunakan untuk melayani rakyatnya.

Sedangkan kita? Kita masih merasa enjoy dengan waktu yang ada. Setelah shalat subuh kita masih bermalas-malasan di tempat tidur, itu pun kalau shalat subuhnya tidak kesiangan. Padahal orang barat saja menghargai waktu dengan uang, sedangkan kita menghargai waktu hanya di tempat tidur, bertopang dagu berkhayal setinggi langit…

Sahabatku, betapa banyak waktu yang terbuang sedangkan umur kita kian berkurang. Kita mempunyai jatah hidup di dunia ini. Rasullullah SAW saja hanya mempunyai jatah hidup 63 tahun, sedangkan kita? Kita tidak tahu kapankah kematian itu menjemput kita, berapa jatah kita untuk hidup di dunia ini. Sudah cukupkah amal kita untuk menghadapNya? Sudah siapkah kita dihisab olehNya?

Coba kita renungkan kembali perjalanan hidup kita atau waktu yang kita pergunakan. Apakah semua waktu kita dipergunakan di jalan maksiat atau kebaikan? Semua jawaban itu ada di dalam diri kita.

Sahabatku, dalam rentang waktu satu tahun kita telah melewati hari-hari ayyamul bidh atau hari-hari yang disunnahkan untuk berpuasa. Bahkan dalam satu tahun kita melakukan shalat wajib sebanyak 1700 kali lebih. Apakah kita sudah melakukannya dengan tepat waktu dan tidak bolong-bolong? Itu pun belum ditambah dengan shalat-shalat sunnah lainnya.

Sudahkah kita membaca Al-Qur'an untuk mentadabburinya? Setidaknya 6 kali ataupun paling minimal 3 kali dalam setahun kita khatam Al-Qur'an. Kita masih senang menghabiskan waktu kita dengan bercanda, ghibah, ataupun dugem di malam hari. Akan kemana hidup ini kita bawa?

Sahabatku, su'ul khatimahkah atau khusnul khatimah yang kita raih? Kita berharap dan berdo'a agar hidup kita berakhir dengan baik sampai kelak kita berkumpul di surgaNYa. (Wong_Kito)

12:15 Posted in artikel | Permalink | Comments (0) | Email this

The comments are closed.